Ya Sayyidi Ya Rasulallah
Ya Man lahul Jaa ’Indallah
Innal Musii Inna Qodja’uu
Lidzambi Ya Astagfirunallah
Ya Sayyidi Ya Rasulallah
Ya Man lahul Jaa ’Indallah
Innal Musii Inna Qodja’uu
Lidzambi Ya Astagfirunallah
Ya Sayyidar Rusli Ya Thohir
Ya Ghoyatal Qoshdi Wasyani
Sholla ’Alaikal ’Alal Qodiir
Fikulli Waakhtim Wa Ahyani
Ya Sayyidi Ya Rasulallah
Ya Man lahul Jaa ’Indallah
Innal Musii Inna Qodja’uu
Lidzambi Ya Astagfirunallah
Ya Sayyidar Rusli Ya Thohir
’Abduk ‘Alaa Babikum Hami
Daim Limaan Rufiku Syakir
Fikulli Waakhtim Wa Ahyani
Ya Sayyidi Ya Rasulallah
Ya Man lahul Jaa ’Indallah
Innal Musii Inna Qodja’uu
Lidzambi Ya Astagfirunallah
Ya Ahlal Baiti Rasulillah
Ya Ahlal Karoom Wa Ahlal Wafa’
Ghitsu Ubaidan Qod Hafaa
Haair Mudhoii Ilil Ma’ad
Ya Sayyidi Ya Rasulallah
Ya Man lahul Jaa ’Indallah
Innal Musii Inna Qodja’uu
Lidzambi Ya Astagfirunallah
Kumpulan Informasi Seputar Selebritis, Profil dan Biodata Lengkap, Lirik Lagu Mp3 Populer Terbaru 2018
Tuesday, June 13, 2017
Lirik Lagu Yaa Thoybah - Haddad Alwi
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik
Wal Hawa Nadaana
Wal Hawa Nadaana
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Ya ’Ali Yabn Abi Tholib
Minkumul Masdarul Mawahib
Ya Turo Hal ’Uro Li Haajib
’Indakum (Afdholul Ghilmana 2x)
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Astadil Hasan Wal Husaini
’Ilanna Biqurrot ’Aini
Ya Syabbal balul Jannataini
Jaddukum Shohibul Qur’ana 2x)
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik
Wal Hawa Nadaana
Wal Hawa Nadaana
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Ya ’Ali Yabn Abi Tholib
Minkumul Masdarul Mawahib
Ya Turo Hal ’Uro Li Haajib
’Indakum (Afdholul Ghilmana 2x)
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Astadil Hasan Wal Husaini
’Ilanna Biqurrot ’Aini
Ya Syabbal balul Jannataini
Jaddukum Shohibul Qur’ana 2x)
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
Lirik Lagu Ya Nabi Salam 'Alaika
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Asyroqol Badru ’Alaina
Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Ro’aina
Khottu Ya Wajha Sururii
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nuurun Fauqo Nuuri
Anta Iksiru Wagholi…
Anta Misbahus Shuduri
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Ya Habibi Ya Muhammad
Ya ’Arusal Khofiqoini
Ya Muayyad Ya Mumajaad
Ya Imamal Qiblataini
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Asyroqol Badru ’Alaina
Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Ro’aina
Khottu Ya Wajha Sururii
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nuurun Fauqo Nuuri
Anta Iksiru Wagholi…
Anta Misbahus Shuduri
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Ya Habibi Ya Muhammad
Ya ’Arusal Khofiqoini
Ya Muayyad Ya Mumajaad
Ya Imamal Qiblataini
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Friday, June 9, 2017
Berita: JUPE Meninggal Dunia, Sabtu 10 Juni 2017 di RSCM
Baru.co.id- Lama tidak mendengar kabar dari selebritis yang bernama Julia Perez atau sering disingkat Jupe. Sebagai seorang penyanyi dangdut, model, aktris dan presenter, membuat namanya selalu dikenal dan dikenang. Namun baru-baru ini kabar duka datang dari pedangdut Julia Perez. Wanita 36 tahun Meninggal dunia hari ini di RSCM. Kabar meninggalnya Jupe diketahui lewat instagram milik adik Jupe Nia Anggia.
" Innalilahiwaibailahirojiun telah berpulang kakak kami tercinta, Julia Perez, minta doanya ya semua, terima kasih buat supportnya," tulis Anggia, Sabtu, 10 Juni 2017.
Menurunnya, kondisi Jupe akhir-akhir ini memang sudah terlihat lemah, saat Ruben meminta donor darah untuk Jupe. Seperti yg dilangsir Dream.
Jupe memang tengah melawan penyakit kanker serviks yang diidapnya semenjak akhir tahun 2016 lalu. Dia sudah dirawat lebih dari 5 bulan di RSCM.
Aktris Julia Perez kembali harus menjalani operasi pada Kamis kemarin, 8 Juni 2017. Jupe menjalani operasi di bagian perut lantaran adanya gangguan akibat proses radiasi yang dilaluinya.
Adik Jupe, Nia Anggia setia mendampingi sang kakak. Terlihat dari video yang dibagikan Anggi, sapaan akrab adik Jupe, di akun Instagramnya.
Dalam video terlihat detik-detik saat Anggi mengantar sang kakak menuju ruang operasi. Diungkapkan Anggi lewat Instagramnya, saat momen tersebut suasana hatinya hancur berkeping-keping.
Mohon doa dari para pembaca Baru.co.id, semoga beliau (Jupe) diterima disisi Sang Pencipta, Aamiin.
" Innalilahiwaibailahirojiun telah berpulang kakak kami tercinta, Julia Perez, minta doanya ya semua, terima kasih buat supportnya," tulis Anggia, Sabtu, 10 Juni 2017.
Menurunnya, kondisi Jupe akhir-akhir ini memang sudah terlihat lemah, saat Ruben meminta donor darah untuk Jupe. Seperti yg dilangsir Dream.
Jupe memang tengah melawan penyakit kanker serviks yang diidapnya semenjak akhir tahun 2016 lalu. Dia sudah dirawat lebih dari 5 bulan di RSCM.
Aktris Julia Perez kembali harus menjalani operasi pada Kamis kemarin, 8 Juni 2017. Jupe menjalani operasi di bagian perut lantaran adanya gangguan akibat proses radiasi yang dilaluinya.
Adik Jupe, Nia Anggia setia mendampingi sang kakak. Terlihat dari video yang dibagikan Anggi, sapaan akrab adik Jupe, di akun Instagramnya.
Dalam video terlihat detik-detik saat Anggi mengantar sang kakak menuju ruang operasi. Diungkapkan Anggi lewat Instagramnya, saat momen tersebut suasana hatinya hancur berkeping-keping.
Mohon doa dari para pembaca Baru.co.id, semoga beliau (Jupe) diterima disisi Sang Pencipta, Aamiin.
Hubungan Manusia dengan Keluarga
Hubungan Manusia dengan Keluarga - Maha Suci Allah atas segala firmanNya, yang mengatur atas segala urusan diatas muka bumi ini, yang tiada lupa sekalipun mengurusi makhluknya (manusia). Tidak luput Allah telah mengatur dan banyak menjelaskan mengenai peranan keluarga sebagai pondasi awal jamaah dalam agama Islam, sehingga mengatur sedemikian detail mengenai keluarga.
Bagi setiap muslim, keberadaan isteri yang sholihah dan anak-anak yang baik di rumah adalah hal yang disuka dan senantiasa menjadi dambaan.
“Dan orang orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (Qs.Al-Furqon : 74)
Keluarga dalam Islam mempunyai arti yang tidak kecil. Keluarga merupakan bagian kesatuan terbawah yang melandasi tegaknya sebuah jamaah di dalam Islam.
Keluarga-keluarga yang baik dan solid akan mengokohkan suatu jama’ah, dan apabila keluarga-keluarga itu buruk dan rusak, akan bisa memperlemah kondisi jamaah dalam Islam secara keseluruhan.
Keluarga Rasulullah saw dan keluarga para sahabatnya yang telah beriman adalah keluarga-keluarga yang baik yang menghasilkan sebuah jama’ah yang kokoh di masanya. Mereka telah menjadi orang-orang terbaik dari ummat ini di muka bumi.
Bagi setiap muslim, keberadaan isteri yang sholihah dan anak-anak yang baik di rumah adalah hal yang disuka dan senantiasa menjadi dambaan.
“Dan orang orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (Qs.Al-Furqon : 74)
Keluarga dalam Islam mempunyai arti yang tidak kecil. Keluarga merupakan bagian kesatuan terbawah yang melandasi tegaknya sebuah jamaah di dalam Islam.
Keluarga-keluarga yang baik dan solid akan mengokohkan suatu jama’ah, dan apabila keluarga-keluarga itu buruk dan rusak, akan bisa memperlemah kondisi jamaah dalam Islam secara keseluruhan.
Keluarga Rasulullah saw dan keluarga para sahabatnya yang telah beriman adalah keluarga-keluarga yang baik yang menghasilkan sebuah jama’ah yang kokoh di masanya. Mereka telah menjadi orang-orang terbaik dari ummat ini di muka bumi.
Hubungan Manusia dengan Keluarga
Sebagai seorang muslim tentu saja setiap tindak perilaku haruslah berdasarkan Al-Qur’an sebagai pegangan atau pedoman hidup. Begitupun dengan masalah hubungan manusia dengan keluarga, ada banyak ayat yang menjelaskan hubungan diantara keduanya. Misalnya, sebagai seorang anak sudah patut untuk taat dan menghormati kedua orang tuanya, bahkan ini adalah sebuah perintah langsung dari Allah SWT kepada segenap manusia, sebagaimana yang termaktub didalam firmanNya
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14).
Keluarga tentu tidak hanya dimaksud dengan yang memiliki garis keturunan langsung, seperti bapak, ayah, nenek, kakek, bibi paman, sepupu dst. Namun dalam Islam dikenal pula yang namanya saudara seiman, yakni menganggap saudara kepada siapa saja yang beragama Islam. Bahkan hal tersebit ditegaskan dalam salah satu surah, yang artinya :
“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara karena itu damaikanlah diantara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S Al-Hujuraat : 10)
Ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Sebab ajaran tersebut telah memberikan informasi yang utuh tentang asal usul kehidupan manusia di dunia ini dan ia mengajarkannya kepada mereka untuk saling kenal mengenal, saling hormat menghormati, saling menghargai dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Hakekatnya seluruh umat manusia itu adalah bersaudara, baik ditinjau dari segi agama maupun keturunan. Dan tidak selayaknya bagi kita untuk saling bermusuhan, saling membenci dan saling bunuh membunuh. Tapi sebaliknya, hendaknya kita saling menghormati, saling mengasihi dan saling membantu dalam kebaikan.
Hubungan Manusia Dengan Makhluk Individu
Hubungan Manusia Dengan Makhluk Individu - Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok di mana dirinya bergabung. Namun pada intinya yang dimaksud daripada Makhluk Individu adalah Manusia pada umumnya, seperti teman, saudara, tetangga dll.
Hubungan Manusia dengan Makhluk Individu
Sebagai seorang manusia, tidaklah mampu bertahan hidup secara mandiri (sendiri) tanpa bersosialisai, berhubungan, bekerjasama dengan makhluk sesamanya (individu). Didalam Islam sendiri (Qur’an) terdapat banyak ayat yang menjelaskan bahwa manusia dengan manusia yang lain mesti hidup berdampingan, saling berbuat baik, berlaku adil, saling menyayangi, menghormati hak-hak satu sama yang lain, tolong-menolong dalam hal kebajikan gunanya untuk menciptakan kesejahteraan, keteraturan (harmoni) dalam hidup bermasyarakat.
"Sesungguhnya Allah SWT. menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat ; dan melarang dari perbuatan keji, dan hal yang tidak disenangi, dan memberontak. Dia memberi kamu nasihat supaya kamu mengambil pelajaran." (Q.S. An-Nahl:91)
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Q.S. Al-Mâidah:2)
Demikianlah pembahasan kami tentang Hubungan Manusia Dengan Makhluk Individu. Semoga saja bermanfaat untuk kita semua untuk senantiasa menjaga hubungan antar individu dalam kehidupan sehari-hari. Sekian dan terima kasih telah menyimak.
Hubungan Manusia dengan Allah SWT
Hubungan Manusia dengan Allah SWT - Untuk bisa menjelaskan hubungan Manusia dengan Allah SWT, mestilah kita kembali kepada Qur’an, lalu setelah itu mencari penjelasan lain yang ternaktup dalam Hadist Nabi Muhammad saw.
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah...”(Q.S Al-Baqarah:30)
Maka penjelasan ayat tersebut, Allah hendak menciptakan Makhluk (Manusia) yang tugasnya adalah menjadi seorang Khalifah (Pemimpin) di muka bumi. Lalu penjelasan selanjutnya mengenai fungsi dan tugas dari pada penciptaan manusia selain sebagai Khalifah adalah kita mesti kembali mencari ayat-ayat dalam Qur’an yang berkaitan dgn subjek pembahasan “Manusia dengan Allah”.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”(Q.S. Az-Zariyat:56)
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”(Q.S. Al-Bayyinah:5)
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(Q.S. Al-An'am:162)
Maka teranglah sudah mengenai tujuan penciptaan manusia, sekaligus tugas mereka dimuka bumi melainkan hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT. Lalu bagaimanakah bentuk pengabdian yang mesti dijalankan oleh seorang Manusia, yaitu dengan mengikuti petunjuk yang terdapat didalam Qur’an dan kitab-kitab (wahyu) yang diturunakan sebelumnya seperti Zabur, Taurat dan Injil. Membenarkan bahwa ianya (kitab-kitab) adalah Firman Allah SWT, namun kita tidak dapat pungkiri bahwa kitab-kitab sebelumnya sudah mengalami perubahan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia, oleh karenaya Al-Qur’an sebagai Al furqaan, yakni yang membedakan “Kebenaran” yang telah diturunkan, dari kepalsuan. Terutama untuk mengesahkan kitab-kitab sebelumnya. Setiap kali Al-Qur’an menilai suatu hal dalam kitab sebelumnya sebagai sesuatu yang palsu, berarti itu bukan berasal dari Tuhan Yang Satu (ALLAH SWT).
Didalam Al-Qur’an ada banyak ayat bebicara tentang pengabdian seorang manusia sebagai Hamba Allah SWT yaitu dengan menyatakan keimanan bahwa “Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad adalah RasulNya” barulah ia menuju kejenjang selanjutnya, seperti mengerjakan perintah-perintah Allah SWT seperti sholat, puasa, zakat, berhaji, berbuat kebajikan dan seterusnya. Maka barulah kita bisa melihat hubungan sesungguhnya dari seorang Hamba kepada TuhanNya dan diberi ganjaran pahala beserta surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Adapun seorang manusia yang ingkar daripada kebenaran TuhanNya, maka balasan yang akan diberikan berupa siksa yang pedih dalam Neraka yang didalamnya terdapat api yang menyala-nyala. Nauzubillah Min Dzalik, semoga kita bukan bagian dari manusia yang ingkar dan durhaka kepada Tuhan (Allah SWT), Aamiin Insya Allah.
Demikianlah penjelasan lengkap tentang Hubungan Manusia dengan Allah SWT. Semoga bermanfaat, jangan lupa baca juga Hubungan Allah SWT dengan Manusia.
Hubungan Allah SWT dengan Manusia
Hubungan Allah SWT dengan Manusia - Sebagai seorang yang beragama Islam (Muslim), sudah barang tentu wajib mempercayai 6 rukun iman dalam islam. Rukun Iman (bahasa Arab: أركان الإيمان) yaitu pilar-pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki. Jumlahnya ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Jibril yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab.
Allah SWT
Secara etimologi, lafaz ”Allah” berasal dari kata: إلــه (i-la-h), artinya: ”yang disembah.” Ketika lafaz ”إلــه” (i-la-h) dimasuki huruf ”ma’rifah” alif dan lam ال (al), maka huruf hamzah إ (i) dibuang untuk mempermudah pengucapan. Dari sini lafaz ”إلــه” (i-la-h) pun menjadi ”اللــه” (Allah). (Kamus Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-Razy).
Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang digunakan untuk nama yang khusus/tertentu. Kebalikannya adalah ”nakirah” (umum).
Makna “SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:
S = Subhanahu, artinya: Yang Mahasuci
w = wa, artinya: dan
T = Ta’ala, artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
Dalam konsep Islam, Tuhan disebut Allah dan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir, dan Hakim bagi semesta alam.
Islam menitik beratkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid). Dia itu wahid dan Esa (ahad), Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Menurut Al-Quran terdapat 99 Nama Allah (asma'ul husna artinya: "nama-nama yang paling baik") yang mengingatkan setiap sifat-sifat Tuhan yang berbeda. Semua nama tersebut mengacu pada Allah, nama Tuhan Maha Tinggi dan Maha Luas. Di antara 99 nama Allah tersebut, yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah "Maha Pengasih" (ar-rahman) dan "Maha Penyayang" (ar-rahim).
Penciptaan dan penguasaan alam semesta dideskripsikan sebagai suatu tindakan kemurahhatian yang paling utama untuk semua ciptaan yang memuji keagungan-Nya dan menjadi saksi atas keesan-Nya dan kuasa-Nya. Menurut ajaran Islam, Tuhan muncul di mana pun tanpa harus menjelma dalam bentuk apa pun. Al-Quran menjelaskan,
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (Q.S Al-'An'am :103).
Tuhan dalam Islam tidak hanya Maha Agung dan Maha Kuasa, namun juga Tuhan yang personal: Menurut Al-Quran, Dia lebih dekat pada manusia daripada urat nadi manusia. Dia menjawab bagi yang membutuhkan dan memohon pertolongan jika mereka berdoa pada-Nya. Di atas itu semua, Dia memandu manusia pada jalan yang lurus, “jalan yang diridhai-Nya.”
Islam mengajarkan bahwa Tuhan dalam konsep Islam merupakan Tuhan sama yang disembah oleh kelompok agama Abrahamik lainnya seperti Kristen dan Yahudi. Namun, hal ini tidak diterima secara universal oleh kalangan kedua agama tersebut.
Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang digunakan untuk nama yang khusus/tertentu. Kebalikannya adalah ”nakirah” (umum).
Makna “SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:
S = Subhanahu, artinya: Yang Mahasuci
w = wa, artinya: dan
T = Ta’ala, artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
Dalam konsep Islam, Tuhan disebut Allah dan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir, dan Hakim bagi semesta alam.
Islam menitik beratkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid). Dia itu wahid dan Esa (ahad), Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Menurut Al-Quran terdapat 99 Nama Allah (asma'ul husna artinya: "nama-nama yang paling baik") yang mengingatkan setiap sifat-sifat Tuhan yang berbeda. Semua nama tersebut mengacu pada Allah, nama Tuhan Maha Tinggi dan Maha Luas. Di antara 99 nama Allah tersebut, yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah "Maha Pengasih" (ar-rahman) dan "Maha Penyayang" (ar-rahim).
Penciptaan dan penguasaan alam semesta dideskripsikan sebagai suatu tindakan kemurahhatian yang paling utama untuk semua ciptaan yang memuji keagungan-Nya dan menjadi saksi atas keesan-Nya dan kuasa-Nya. Menurut ajaran Islam, Tuhan muncul di mana pun tanpa harus menjelma dalam bentuk apa pun. Al-Quran menjelaskan,
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (Q.S Al-'An'am :103).
Tuhan dalam Islam tidak hanya Maha Agung dan Maha Kuasa, namun juga Tuhan yang personal: Menurut Al-Quran, Dia lebih dekat pada manusia daripada urat nadi manusia. Dia menjawab bagi yang membutuhkan dan memohon pertolongan jika mereka berdoa pada-Nya. Di atas itu semua, Dia memandu manusia pada jalan yang lurus, “jalan yang diridhai-Nya.”
Islam mengajarkan bahwa Tuhan dalam konsep Islam merupakan Tuhan sama yang disembah oleh kelompok agama Abrahamik lainnya seperti Kristen dan Yahudi. Namun, hal ini tidak diterima secara universal oleh kalangan kedua agama tersebut.
Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Sedangkan Manusia menurut perspektif Islam adalah berikut penjelasannya.
Saat Allah SWT merencanakan penciptaan manusia, ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia, Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. Di dalam Al-Quran, kejadian itu diabadikan.
"...Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr: 28-29)
Firman inilah yang membuat malaikat bersujud kepada manusia, sementara iblis tetap dalam kesombongannya dengan tidak melaksanakan firman Allah. Inilah dosa yang pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah yaitu kesombongan. Karena kesombongan tersebut Iblis menjadi makhluk paling celaka dan sudah dipastikan masuk neraka. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagi teman hidup Adam. Allah berpesan pada Adam dan Hawa untuk tidak mendekati salah satu buah di surga, namun Iblis menggoda mereka sehingga terjebaklah Adam dan Hawa dalam kondisi yang menakutkan. Allah menghukum Adam dan Hawa sehingga diturunkan kebumi dan pada akhirnya Adam dan Hawa bertaubat. Taubat mereka diterima oleh Allah, namun Adam dan Hawa menetap dibumi.
Adam adalah ciptaan Allah yang memiliki akal sehingga memiliki kecerdasan, bisa menerima ilmu pengetahuan dan bisa mengatur kehidupan sendiri. Inilah keunikan manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi penguasa didunia, untuk menghuni dan memelihara bumi yang Allah ciptakan. Dari Adam inilah cikal bakal manusia diseluruh permukaan bumi. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Sedangkan Manusia menurut perspektif Islam adalah berikut penjelasannya.
Saat Allah SWT merencanakan penciptaan manusia, ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia, Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. Di dalam Al-Quran, kejadian itu diabadikan.
"...Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr: 28-29)
Firman inilah yang membuat malaikat bersujud kepada manusia, sementara iblis tetap dalam kesombongannya dengan tidak melaksanakan firman Allah. Inilah dosa yang pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah yaitu kesombongan. Karena kesombongan tersebut Iblis menjadi makhluk paling celaka dan sudah dipastikan masuk neraka. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagi teman hidup Adam. Allah berpesan pada Adam dan Hawa untuk tidak mendekati salah satu buah di surga, namun Iblis menggoda mereka sehingga terjebaklah Adam dan Hawa dalam kondisi yang menakutkan. Allah menghukum Adam dan Hawa sehingga diturunkan kebumi dan pada akhirnya Adam dan Hawa bertaubat. Taubat mereka diterima oleh Allah, namun Adam dan Hawa menetap dibumi.
Adam adalah ciptaan Allah yang memiliki akal sehingga memiliki kecerdasan, bisa menerima ilmu pengetahuan dan bisa mengatur kehidupan sendiri. Inilah keunikan manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi penguasa didunia, untuk menghuni dan memelihara bumi yang Allah ciptakan. Dari Adam inilah cikal bakal manusia diseluruh permukaan bumi. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
"...Dan sesungguhnya Kami muliakan anak-anak Adam; Kami angkut mereka didaratan dan di lautan; Kami berikan mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. al-Isra':70)
Demikianlah pembahasan kami tentang Hubungan Allah SWT dengan Manusia, semoga saja bermanfaat untuk para pembaca. Jangan lupa simak juga penjelasan tentang Hubungan Manusia dengan Allah SWT.
Pengertian Paham Naturalisme
Pengertian Paham Naturalisme - Naturalisme mempunyai beberapa pengertian, yaitu :
Dari segi bahasa, Naturalisme berasal dari 2 kata, yakni :
Natural : Alami
Isme : Paham
Sehingga, aliran Naturalisme dapat juga disebut sebagai Paham Alami. Maksudnya, bahwa setiap manusia yang terlahir ke bumi ini pada dasarnya memiliki kecenderungan atau pembawaan yang baik, dan tak ada seorangpun terlahir dengan pembawaan yang buruk.
Naturalisme merupakan teori yang menerima “nature” (alam) sebagai keseluruhan realitas. Istilah “nature” telah dipakai dalam filsafat dengan bermacam-macam arti, mulai dari dunia fisik yang dapat dilihat oleh manusia, sampai kepada sistem total dari fenomena ruang dan waktu. Natura adalah dunia yang diungkapkan kepada kita oleh sains alam. Istilah naturalisme adalah kebalikan dari istilah supernaturalisme yang mengandung pandangan dualistik terhadap alam dengan adanya kekuatan yang ada (wujud) di atas atau di luar alam ( Harold H. Titus e.al. 1984).
Salah satu problem yang dihadapi oleh manusia modern, terutama para ilmuan adalah; apakah agama bisa sejalan dengan teori-teori ilmiah ? sebab, Ilmu menekankan pembahasan pada alam fisik, sedangkan agama pada hal yang diluar fisik. Ilmu menyelidiki yang Natur, sedangkan agama Supernatur. Ilmu tidak dapat tersusun kecuali atas dasar hukum alam yang tetap.
Menurut Naturalisme, alam ini berdiri sendiri, serba sempurna, beredar dan beroperasi menurut sifat-sifat yang terdapat dalam dirinya sendiri, menurut tabiat atau Naturnya, menurut sebab dan musabab. Alam ini tidak berasal dan tidak bergantung pada kekuatan gaib atau supernatural. Paham naturalisme ini timbul setelah ilmu pengetahuan tentang alam bertambah maju dan para ahli ilmu alam melihat bahwa alam ini berevolusi dan bergerak menurut peraturan tetap, dengan kata lain menurut mekanisme tertentu. Dengan dijumpainya, menurut naturalisme tak ada lagi misteri diatas dunia ini.
Jadi, masa depan ditentukan dari sekarang oleh hukum-hukum alam yang tak berubah-ubah itu. Di atas, hukum-hukum alam ini tidak ada lagi sesuatu yang lebih tinggi, sesuatu yang supreme. Seseorang naturalis diabab ke 19 mengatakan bahwa ia telah menyelidiki langit dengan teleskopnya, tetapi ia tak menemukan Tuhan. Lalu faham naturalism ini seterunya meningkat pada ateisme. Ateisme ialah kepercayaan bahwa Tuhan tidak ada.
Dari sini, Aristoteles memberi ilustrasi dari pengertian keempat sebab sebagai berikut: Sepasang sepatu terdiri dari empat sebab ; sebab materi, yaitu kulit sebagai bahan dasar; sebab formal, yaitu bentuk sepatu; sebab efektif, yaitu tukang sepatu; sebab tujuan, yaitu tujuan untuk alas kaki. Jadi keempat sebab ituharus ada dalam sepatu. Kalau keempat sebab itu tidak ada, maka sepatu tidak bisa dibuat. Dari demikian Aristoteles meberikan kesimpulan; bahwa pembuatan sepatu ada sebab musababnya dan begitu juga bagi alam, secara keseluruan nya mempunyai sebab musababnya tadi.
Lalu dari sana, baik ilmu maupun agama menganjurkan memperhatikan alam. Hanya saja bagi penganut naturalisme, alam dijadikan sebagai objek kajian untuk menetapkan teori-teori ilmu, sedangkan para teolog, alam dijadikan sebagai kajian untuk mempertegas wujud dan kebesaran Tuhan. Strutur ilmiah menurut keokjektifan, teruji, terbukti, dan pasti, ada pun strutur Agama menurut keyakinan( bersifat subyektif)dan tidak perlu dibuktikan, tetapi dapat diperkuat oleh argument rasional. Ukuran ilmu dan agama juga berbeda, ilmu ukurannya salah dan benar sedangkan agama ukurannya iman dan kafir.
Perbedaan pandangan yang diadakan dalam naturalisme mengenai umum dari alam, yaitu ;
Dalam perspektif Al-Qur’an, alam diciptakan untuk manusia dan salah satu misi diciptakannya manusia adalah untuk mengelolah dan memakmurkan alam dengan sebaik-baiknya. Tugas ini merupakan bagian dari bentuk pengabdian manusia sebagai khalifah kepada penciptanya. Agar dapat mengolah dan memakmurkan alam, manusia perlu mengalami proses pendidikan, di mana alam telah menyediakan beragam fasilitas untuk kepentingan pendidikan ini.
Apa saja yang disediakan alam dapat difungsikan sebagai materi ajar atau sumber belajar sekaligus sebagai media pembelajaran. Dalam surah Ali Imran (3) ayat 190 – 191 Allah berfirman:
Artinya : “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan perbedaan malam dan siang merupakan tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau sedang berbaring dan memikirkan penciptaan langit dan bumi…” (Q.S. Ali Imran (3) : 190-191)
Langit, bumi, siang dan malam disebut sebagai tanda-tanda atau ayat-ayatNya. Begitu juga apa saja yang ada di alam merupakan tanda-tanda akan kekuasaan dan adanya Allah. Untuk mengenal Allah sebagai pemilik alam, jalan yang paling dekat adalah dengan mempelajari tanda-tanda Allah di alam tersebut.
Syekh Makarim al-Syirazi dalam tafsir al-Amtsal ketika menafsirkan kalimat rabbul ‘alamin mengatakan bahwa rububiyatullah thariqun li ma’rifatillah. Salah satu jalan untuk mengenal Allah adalah dengan memperhatikan (mempelajari) bagaimana Allah menciptakan dan memelihara alam semesta. Allah mendidik manusia agar mempelajari bagaimana Allah menciptakan dan memelihara makhluk-makhlukNya yang bertebaran di jagat raya ini.
Studi terhadap makhluk-makhluk Allah di jagat raya (universe) ini telah terbukti mampu melahirkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Dalam konteks aliran filsafat pendidikan Naturalisme, pengenalan siswa secara langsung terhadap alam dengan berbagai bentuknya, akan melahirkan pemahaman yang jauh lebih baik terhadap obyek yang dipelajari dari pada membaca buku di dalam kelas.
Demikianlah penjelasan lengkap tentang Paham Naturalisme, semoga saja bermanfaat.
Dari segi bahasa, Naturalisme berasal dari 2 kata, yakni :
Natural : Alami
Isme : Paham
Sehingga, aliran Naturalisme dapat juga disebut sebagai Paham Alami. Maksudnya, bahwa setiap manusia yang terlahir ke bumi ini pada dasarnya memiliki kecenderungan atau pembawaan yang baik, dan tak ada seorangpun terlahir dengan pembawaan yang buruk.
Naturalisme merupakan teori yang menerima “nature” (alam) sebagai keseluruhan realitas. Istilah “nature” telah dipakai dalam filsafat dengan bermacam-macam arti, mulai dari dunia fisik yang dapat dilihat oleh manusia, sampai kepada sistem total dari fenomena ruang dan waktu. Natura adalah dunia yang diungkapkan kepada kita oleh sains alam. Istilah naturalisme adalah kebalikan dari istilah supernaturalisme yang mengandung pandangan dualistik terhadap alam dengan adanya kekuatan yang ada (wujud) di atas atau di luar alam ( Harold H. Titus e.al. 1984).
Salah satu problem yang dihadapi oleh manusia modern, terutama para ilmuan adalah; apakah agama bisa sejalan dengan teori-teori ilmiah ? sebab, Ilmu menekankan pembahasan pada alam fisik, sedangkan agama pada hal yang diluar fisik. Ilmu menyelidiki yang Natur, sedangkan agama Supernatur. Ilmu tidak dapat tersusun kecuali atas dasar hukum alam yang tetap.
Menurut Naturalisme, alam ini berdiri sendiri, serba sempurna, beredar dan beroperasi menurut sifat-sifat yang terdapat dalam dirinya sendiri, menurut tabiat atau Naturnya, menurut sebab dan musabab. Alam ini tidak berasal dan tidak bergantung pada kekuatan gaib atau supernatural. Paham naturalisme ini timbul setelah ilmu pengetahuan tentang alam bertambah maju dan para ahli ilmu alam melihat bahwa alam ini berevolusi dan bergerak menurut peraturan tetap, dengan kata lain menurut mekanisme tertentu. Dengan dijumpainya, menurut naturalisme tak ada lagi misteri diatas dunia ini.
Jadi, masa depan ditentukan dari sekarang oleh hukum-hukum alam yang tak berubah-ubah itu. Di atas, hukum-hukum alam ini tidak ada lagi sesuatu yang lebih tinggi, sesuatu yang supreme. Seseorang naturalis diabab ke 19 mengatakan bahwa ia telah menyelidiki langit dengan teleskopnya, tetapi ia tak menemukan Tuhan. Lalu faham naturalism ini seterunya meningkat pada ateisme. Ateisme ialah kepercayaan bahwa Tuhan tidak ada.
Dari sini, Aristoteles memberi ilustrasi dari pengertian keempat sebab sebagai berikut: Sepasang sepatu terdiri dari empat sebab ; sebab materi, yaitu kulit sebagai bahan dasar; sebab formal, yaitu bentuk sepatu; sebab efektif, yaitu tukang sepatu; sebab tujuan, yaitu tujuan untuk alas kaki. Jadi keempat sebab ituharus ada dalam sepatu. Kalau keempat sebab itu tidak ada, maka sepatu tidak bisa dibuat. Dari demikian Aristoteles meberikan kesimpulan; bahwa pembuatan sepatu ada sebab musababnya dan begitu juga bagi alam, secara keseluruan nya mempunyai sebab musababnya tadi.
Lalu dari sana, baik ilmu maupun agama menganjurkan memperhatikan alam. Hanya saja bagi penganut naturalisme, alam dijadikan sebagai objek kajian untuk menetapkan teori-teori ilmu, sedangkan para teolog, alam dijadikan sebagai kajian untuk mempertegas wujud dan kebesaran Tuhan. Strutur ilmiah menurut keokjektifan, teruji, terbukti, dan pasti, ada pun strutur Agama menurut keyakinan( bersifat subyektif)dan tidak perlu dibuktikan, tetapi dapat diperkuat oleh argument rasional. Ukuran ilmu dan agama juga berbeda, ilmu ukurannya salah dan benar sedangkan agama ukurannya iman dan kafir.
Perbedaan pandangan yang diadakan dalam naturalisme mengenai umum dari alam, yaitu ;
1. Naturalisme Reduksionistik
Yang didominasi selama 17, 18, dan 19 abad, menyatakan bahwa semua benda alam direduksi untuk objek yang ditandai dengan ilmu fisik nature. Alam merupakan sistem yang ditentukan, dan manusia sebagai bagian dari alam yang ditentukan.2. Naturalisme Kontemporer
Menyatakan bahwa, semua benda yang berpengalaman dan kualitas sama-sama nyata dalam alam. Sebagai bgian dari alam,manusia nyata spontanitas dan kebebasan. Metode ilmiah sebagai metode penyelidik alam adalah cara menangani setiap konten yang menyatakan dirinya di dalam alam.3. Naturalisme dalam Pendidikan Islam
Al-Qur’an berulang kali menyuruh bertafakur dan bertadabbur mengambil hikmah dari penciptaan makhluk-makhluk yang ada di jagad raya (universe) ini. Melalui tafakur dan tadabur terhadap ciptaan Tuhan di jagad raya, manusia akan mengenal tempatnya dengan baik di antara makhluk-makhluk ciptaan Tuhan. Pengenalan terhadap posisi manusia di antara makhluk-makhluk-Nya ini yang oleh Muhammad Fadil al-Jamali dimasukkan sebagai salah satu tujuan pendidikan dalam Islam.Dalam perspektif Al-Qur’an, alam diciptakan untuk manusia dan salah satu misi diciptakannya manusia adalah untuk mengelolah dan memakmurkan alam dengan sebaik-baiknya. Tugas ini merupakan bagian dari bentuk pengabdian manusia sebagai khalifah kepada penciptanya. Agar dapat mengolah dan memakmurkan alam, manusia perlu mengalami proses pendidikan, di mana alam telah menyediakan beragam fasilitas untuk kepentingan pendidikan ini.
Apa saja yang disediakan alam dapat difungsikan sebagai materi ajar atau sumber belajar sekaligus sebagai media pembelajaran. Dalam surah Ali Imran (3) ayat 190 – 191 Allah berfirman:
Artinya : “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan perbedaan malam dan siang merupakan tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau sedang berbaring dan memikirkan penciptaan langit dan bumi…” (Q.S. Ali Imran (3) : 190-191)
Langit, bumi, siang dan malam disebut sebagai tanda-tanda atau ayat-ayatNya. Begitu juga apa saja yang ada di alam merupakan tanda-tanda akan kekuasaan dan adanya Allah. Untuk mengenal Allah sebagai pemilik alam, jalan yang paling dekat adalah dengan mempelajari tanda-tanda Allah di alam tersebut.
Syekh Makarim al-Syirazi dalam tafsir al-Amtsal ketika menafsirkan kalimat rabbul ‘alamin mengatakan bahwa rububiyatullah thariqun li ma’rifatillah. Salah satu jalan untuk mengenal Allah adalah dengan memperhatikan (mempelajari) bagaimana Allah menciptakan dan memelihara alam semesta. Allah mendidik manusia agar mempelajari bagaimana Allah menciptakan dan memelihara makhluk-makhlukNya yang bertebaran di jagat raya ini.
Studi terhadap makhluk-makhluk Allah di jagat raya (universe) ini telah terbukti mampu melahirkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Dalam konteks aliran filsafat pendidikan Naturalisme, pengenalan siswa secara langsung terhadap alam dengan berbagai bentuknya, akan melahirkan pemahaman yang jauh lebih baik terhadap obyek yang dipelajari dari pada membaca buku di dalam kelas.
Demikianlah penjelasan lengkap tentang Paham Naturalisme, semoga saja bermanfaat.
Pengaruh Islam Terhadap Seni Budaya Lokal
Pengaruh Islam Terhadap Seni Budaya Lokal - Sebelum masa kesultanan Islam, di Nusantara terlebih dahulu sudah berdiri kerajaan-kerajaan besar hindu dan Buddha. Ajaran yang ada di dalam agama Hindu – Buddha mudah diterima oleh penganut Animisme dan Dinamisme. Pada abad ke 5 M penduduk menganut agama tersebut.
Alasannya ialah sebagai berikut:
1. Pengaruh politis penguasa saat itu.
2. Pengalihan dari agama nenek moyang ke agama Hindu – Buddha mudah diterima.
Pengaruh Hindu-Buddha saling melengkapi dan memeperkaya kebudayaan Nusantara. Ciri khas budaya Nusantara masih tetap ada. Ini terbukti dengan adanya peninggalan-peninggalan sejarah dan adat istiadat serta tradisi yang bersumber dari agama Hindu – Buddha. Pengaruh ajaran Hindu – Buddha telah bercampur dalam kehidupan masyarakat Nusantara yang melahirkan perubahan bagi perkembangan kebudayaan dan tradisi masyarakat.
Ketika Islam mulai hadir sebagai agama baru di pesisir wilayah Nusantara, agama islam dapat diterima oleh penduduk. Karena sikap bersahabat para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia. Islamisasi dilakukan melalui proses perdagangan, kegiatan perkawinan, dan sosial. Pengaruh agama Islam semakin tampak dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti budaya local yang banyak dipengaruhi ajaran Hindu – Buddha, di pengaruhi oleh ajaran Islam. Yang membuat budaya itu lebih unik, menarik, dan menambah kekayaan budaya Nusantara.
Untuk lebih jelasnya, kita bisa mengidentifikasi pengaruh-pengaruh Islam terhadap peradaban bangsa Indonesia sehingga membentuk tradisi-tradisi khusus dari beberapa aspek berikut ini.
Untuk lebih jelasnya ialah sebagai berikut.
a. Seni Bangunan
Peninggalan Islam yang berupa fisik adalah arsitektur bangunan atau seni bangunan. Masjid yang dibangun di Indonesia tidak serta merta melambangkan keislaman. Arsitektur yang digunakan adalah perpaduan antara Islam dan Hindu atau Jawa. Contoh arsitektur bangunan adalah Masjid Agung Demak, makam, dan lain-lain.
b. Seni Rupa
Dengan datangnya agama Islam di Nusantara ternyata membawa pengaruh juga terhadap budaya lokal, salah satunya terhadap seni rupa. Seni ukir. Ajaran agama Islam melarang berkreasi makhluk bernyawa ke dalam seni. Larangan di pegang para penyebar Islam Indonesia. Sebagai pengganti kreativitas, mereka aktif membuat kaligrafi serta ukiran tersamar. Misalnya bentuk dedaunan, bunga, bukit-bukit, karang, pemandangan, serta garis-garis geometris. Termasuk ke dalamnya pembuatan kaligrafi huruf Arab
Dalam seni ukir dan batik, dapat dilihat dari prakarsa Sunan Kalijaga yang menampilkan motif/gambar burung. Burung dalam bahasa Kawl (Jawa Kuno) berarti kukila. Kata tersebut ditulis dalam bahasa Arab menjadi qu dan qila, artinya “jagalah ucapanmu sebaik-baiknya”.
c. Aksara dan Seni Sastra
Dalam perkembangannya, Bahasa Arab di gunakan juga oleh para muslim non-Arab dalam berbagai kegiatan agama, terutama shalat dan mengaji. Penggunaan huruf Arab di Indonesia pertama kali terlihat pada batu nisan di Leran Gresik, yang diduga makam salah seorang bangsawan Majapahit yang telah masuk Islam. Dalam perkembangan selanjutnya, pengaruh huruf dan Bahasa Arab terlihat pada karya-karya satra di wilayah-wilayah yang keIslamanya lumayan kuat, seperti di Sumatra, Sulawesi, Makassar dan Jawa. Penulisan huruf Arab berkembang pesat ketika karya-karya yang bercorak Hindu-Budha diusupi unsur-unsur Islam. Huruf yang lebih banyak dipergunakan adalah aksara Arab gundul (pegon).
Seni sastra. Seperti India, Islam pun memberi pengaruh terhadap sastra Nusantara. Sastra bermuatan Islam terutama berkembang di sekitar Selat Malaka dan Jawa. Sastrawan Islam melakukan gubahan baru atas Mahabrata, Ramayana dan Pancatantra. Hasil gubahan misalnya Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jawa, Hikayat Seri Rama, dan lain-lain
d. Seni Tari dan Musik
Dalam bidang seni tari dan musik, budaya Islam hingga sekarang begitu terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dalam perjalanannya, kebudayaan Islam sebelum masuk ke wilayah Indonesia telah dahulu bercampur dengan kebudayaan lain, misalnya kebudayaan Afrika Utara, Persia, anak Benua India, dan lain-lain. Dan telah menjadi hukum alam, bahwa setiap tarian memerlukan iringan musik. Begitu pula seni tari Islami, selalu diiringi alunan musik sebagai penyemangat sekaligus sebagai sarana perenungan.
a. Qasidah
Qasidah artinya suatu jenis seni suara yang menampilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat kepada Nabi dan do’a-do’a. Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika Rasulullah SAW di sambut dengan meriah di Madinah.
b. Tari Zapin
Tari Zapin adalah sebuah tarian yang mengiringi musik qasidah dan gambus. Tari Zapin diperagakan dengan gerak tubuh yang indah dan lincah. Musik yang mengiringinya berirama padang pasir atau daerah timur tengah. Tari Zapin biasa di pentaskan pada upacara atau perayaan tertentu, misalnya : khitanan, perbikahan dan peringatan hari besar Islam lainnya.
Lazimnya tarian-tarian ini dipraktikkan di daerah pesisir laut yang pengaruh Islamnya kental, karena daerah pesisir merupakan tempat pertama kali Islam berkembang, baik sebagai kekuatan ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
Alasannya ialah sebagai berikut:
1. Pengaruh politis penguasa saat itu.
2. Pengalihan dari agama nenek moyang ke agama Hindu – Buddha mudah diterima.
Pengaruh Hindu-Buddha saling melengkapi dan memeperkaya kebudayaan Nusantara. Ciri khas budaya Nusantara masih tetap ada. Ini terbukti dengan adanya peninggalan-peninggalan sejarah dan adat istiadat serta tradisi yang bersumber dari agama Hindu – Buddha. Pengaruh ajaran Hindu – Buddha telah bercampur dalam kehidupan masyarakat Nusantara yang melahirkan perubahan bagi perkembangan kebudayaan dan tradisi masyarakat.
Ketika Islam mulai hadir sebagai agama baru di pesisir wilayah Nusantara, agama islam dapat diterima oleh penduduk. Karena sikap bersahabat para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia. Islamisasi dilakukan melalui proses perdagangan, kegiatan perkawinan, dan sosial. Pengaruh agama Islam semakin tampak dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti budaya local yang banyak dipengaruhi ajaran Hindu – Buddha, di pengaruhi oleh ajaran Islam. Yang membuat budaya itu lebih unik, menarik, dan menambah kekayaan budaya Nusantara.
Untuk lebih jelasnya, kita bisa mengidentifikasi pengaruh-pengaruh Islam terhadap peradaban bangsa Indonesia sehingga membentuk tradisi-tradisi khusus dari beberapa aspek berikut ini.
Islam dan Seni Budaya
Tradisi Islam yang tampak memengaruhi budaya local dapat dilihat dari seni arsitektur, seni suara, seni ukir dan batik, dan kesastraan. Pengaruh Islam juga dapat dijumpai dalam seni-seni tradisional Nusantara,seperti pergelaran wayang, tari-tarian, lagu-lagu yang bernafasan Islam, dan seni satra.Untuk lebih jelasnya ialah sebagai berikut.
a. Seni Bangunan
Peninggalan Islam yang berupa fisik adalah arsitektur bangunan atau seni bangunan. Masjid yang dibangun di Indonesia tidak serta merta melambangkan keislaman. Arsitektur yang digunakan adalah perpaduan antara Islam dan Hindu atau Jawa. Contoh arsitektur bangunan adalah Masjid Agung Demak, makam, dan lain-lain.
b. Seni Rupa
Dengan datangnya agama Islam di Nusantara ternyata membawa pengaruh juga terhadap budaya lokal, salah satunya terhadap seni rupa. Seni ukir. Ajaran agama Islam melarang berkreasi makhluk bernyawa ke dalam seni. Larangan di pegang para penyebar Islam Indonesia. Sebagai pengganti kreativitas, mereka aktif membuat kaligrafi serta ukiran tersamar. Misalnya bentuk dedaunan, bunga, bukit-bukit, karang, pemandangan, serta garis-garis geometris. Termasuk ke dalamnya pembuatan kaligrafi huruf Arab
Dalam seni ukir dan batik, dapat dilihat dari prakarsa Sunan Kalijaga yang menampilkan motif/gambar burung. Burung dalam bahasa Kawl (Jawa Kuno) berarti kukila. Kata tersebut ditulis dalam bahasa Arab menjadi qu dan qila, artinya “jagalah ucapanmu sebaik-baiknya”.
c. Aksara dan Seni Sastra
Dalam perkembangannya, Bahasa Arab di gunakan juga oleh para muslim non-Arab dalam berbagai kegiatan agama, terutama shalat dan mengaji. Penggunaan huruf Arab di Indonesia pertama kali terlihat pada batu nisan di Leran Gresik, yang diduga makam salah seorang bangsawan Majapahit yang telah masuk Islam. Dalam perkembangan selanjutnya, pengaruh huruf dan Bahasa Arab terlihat pada karya-karya satra di wilayah-wilayah yang keIslamanya lumayan kuat, seperti di Sumatra, Sulawesi, Makassar dan Jawa. Penulisan huruf Arab berkembang pesat ketika karya-karya yang bercorak Hindu-Budha diusupi unsur-unsur Islam. Huruf yang lebih banyak dipergunakan adalah aksara Arab gundul (pegon).
Seni sastra. Seperti India, Islam pun memberi pengaruh terhadap sastra Nusantara. Sastra bermuatan Islam terutama berkembang di sekitar Selat Malaka dan Jawa. Sastrawan Islam melakukan gubahan baru atas Mahabrata, Ramayana dan Pancatantra. Hasil gubahan misalnya Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jawa, Hikayat Seri Rama, dan lain-lain
d. Seni Tari dan Musik
Dalam bidang seni tari dan musik, budaya Islam hingga sekarang begitu terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dalam perjalanannya, kebudayaan Islam sebelum masuk ke wilayah Indonesia telah dahulu bercampur dengan kebudayaan lain, misalnya kebudayaan Afrika Utara, Persia, anak Benua India, dan lain-lain. Dan telah menjadi hukum alam, bahwa setiap tarian memerlukan iringan musik. Begitu pula seni tari Islami, selalu diiringi alunan musik sebagai penyemangat sekaligus sebagai sarana perenungan.
a. Qasidah
Qasidah artinya suatu jenis seni suara yang menampilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat kepada Nabi dan do’a-do’a. Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika Rasulullah SAW di sambut dengan meriah di Madinah.
b. Tari Zapin
Tari Zapin adalah sebuah tarian yang mengiringi musik qasidah dan gambus. Tari Zapin diperagakan dengan gerak tubuh yang indah dan lincah. Musik yang mengiringinya berirama padang pasir atau daerah timur tengah. Tari Zapin biasa di pentaskan pada upacara atau perayaan tertentu, misalnya : khitanan, perbikahan dan peringatan hari besar Islam lainnya.
Lazimnya tarian-tarian ini dipraktikkan di daerah pesisir laut yang pengaruh Islamnya kental, karena daerah pesisir merupakan tempat pertama kali Islam berkembang, baik sebagai kekuatan ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
Subscribe to:
Posts (Atom)